ARTIKEL

 

Pemakaian materai tempel pada dokumen-dokumen resmi seperti surat perintah kerja atau dokumen kontrak sudah merupakan kelaziman. Materai tempel tersebut dilekatkan sebelum dokumen ditanda tangani, selanjutnya tanda tangan dibubuhkan dengan menorehkan sebagiannya ke atas materai.

Penananda tanganan dokumen kontrak bisa dilakukan pada satu waktu dimana kedua pemimpin perusahaan hadir bersamaan, atau bisa juga dokumen kontrak dikirimkan ke salah satu pihak untuk ditanda tangani kemudian dikirim ke pihak lain untuk hal yang sama.

Bagaimana seandainya pada saat kedua pemimpin perusahaan sudah hadir bersama para stafnya di tempat dan waktu yang ditentukan untuk menanda tangani dokumen kontrak, tapi materai tempel tidak tersedia?

Atau dokumen kontrak terlanjur ditanda tangani oleh pemimpin perusahaan tanpa materai, sedangkan mengulang meminta tanda tangan pemimpin perusahaan bukan merupakan pilihan?

Atau menghadapi seseorang yang bersikeras tidak mau menanda tangani suatu surat kesepakatan di atas materai?

Untuk itu perlu diketahui sedikit banyak peraturan mengenai materai ini.

Dasar hukum bea materai adalah UU no. 13 tahun 1985 (dengan beberapa PP atau Pemen terkait). Undang-undang ini diantaranya memuat informasi berikut:

1.       Bea materai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen tertentu.

2.       Ditentukan dokumen apa saja yang dikenai bea materai dan apa yang tidak.

3.       Bea materai (dalam hal dokumen kontrak), terhutang (harus dibayar) pada saat dokumen itu diserahkan dari satu pihak ke pihak lain.

4.       Pejabat pemerintah, hakim, notaris dan pejabat umum lainnya dalam tugas dan jabatannya, dilarang mempertimbangkan dokumen yang bea materainya tidak atau kurang dibayar.

5.       Apabila tidak dilunasi pada saatnya, maka bea materai terhutang harus dilunasi kemudian dengan ditambah denda sebesar 200% dengan cara pemateraian kemudian.

6.       Pemateraian kemudian dapat dilakukan dengan batas waktu 5 tahun setelah dokumen dibuat.

7.       Tata cara “pemateraian kemudian” diatur tersendiri.

Berbekal informasi di atas, maka kita mendapat jawaban atas keadaan yang dipertanyakan di atas, yaitu melakukan pemateraian kemudian. Dengan tarif bea materai untuk dokumen kontrak saat ini sebesar Rp. 6.000,- maka kita harus membayar sebesar Rp. 18.000,-

Untuk melakukan pemateraian kemudian, bawa saja dokumen yang dimaksud ke kantor pos besar karena tidak semua kantor pos menyediakan pelayanan tersebut.

 

Dari pengalaman penulis sendiri, pemateraian kemudian bukan hal yang sulit. Walau begitu, tetap lebih baik melakukan pemateraian pada saatnya. Dan sebagai best practice jangan lupa membubuhkan tanggal, bulan dan tahun pada materai tempel.