Sambutan Ketua IQSI dalam Seminar QS 2012

Assalamulaikum Wr Wb dan
Salam Sejahtera bagi kita semua
Yth

– Kepala Badan Pembinaan Konstruksi
Bpk. Ir. Bambang Goeritno, Msc, MPA
Yang berkenan membuka Seminar ini,

Bapak-bapak dan Ibu pembicara :

Bpk. Tri Djoko Waluyo, M.EngSc
Bpk. Ir. Gusnando S. Anwar, M.EngSc.FCDArb
Bpk. Assoc.Prof. Sr. Dr. Mohammad Fadhil Mohammad, MRISM
Bpk. Sr. Dr. Mohd Mazlan Che Mat
Bpk. Ir. Zaenal Effendi, MH
Bpk. Ir. Paul S. Joseph
Bpk. James Edward Bristow, Bsc (Hons) QS, MRICS
Ibu Prof. Sr. Dr. Wan Maimun Wan Abdullah

Moderator:
Bpk. Martalius Peli, Msc
Ibu Ellyyanti, BBuildCE
Bapak dan Ibu dari Kementerian Pekerjaan Umum
Bapak dan Ibu sekalian peserta seminar
Saudara dan Saudari sekalian
Yang kami hormati

Terima kasih atas waktu yang diberikan untuk kami menyampaikan sedikit sambutan dalam Seminar yang berjudul “the Responding for Global Challange – the Need for Quantity Surveyor Professional Standard” ini.

Berikut sedikit gambaran mengenai profesi QS di Indonesia.

SEJARAH QUANTITY SURVEYOR DI INDONESIA

Sejak pertengahan tahun 70‟an nama “Quantity Surveyor” sudah ada di Indonesia. Waktu itu profesi Quantity Surveyor masih relatif baru di Indonesia dan para profesionalnya masih tenaga-tenaga asing, umumnya dari Malaysia dan Inggris. Sejak itu profesi “QS” pun mulai terlibat dibeberapa proyek sebagai salah satu professional di dalam tim konsultan diproyek-proyek. Quantity Surveying adalah ilmunya, sementara pelaku atau profesinya atau orang yang melakukannya disebut Quantity Surveyor.

Sekarang ini terdapat lebih kurang 18 (delapan belas) perusahaan QS di Indonesia termasuk 5 (lima) perusahaan PMA, perusahaan-perusahaan QS lokal dijalankan oleh para praktisi QS yang sebelumnya menimba pengalaman bertahun tahun di perusahaan QS PMA, dan juga beberapa tenaga lokal yang merupakan lulusan sekolah QS baik dari Malaysia, UK , Australia walau jumlahnya terbatas.

PROFESI QS DI INDONESIA

Seperti dinegeri asalnya UK dan juga di negara-negara persemakmuran, QS menjalankan fungsi sebagai a.l.

  • Perencanaan dan pengendalian biaya konstruksi
  • Dokumentasi (Persiapan Tender, termasuk BQ dll)
  • Administrasi Kontrak
  • Arbitrator (Tindakan awal penyelesaian masalah antara pihak yang berselisih dalam kontrak, sebelum dilimpahkan ke pengadilan atau BANI)

Atau dapat dibagi menjadi dua tahap

A. Tahap Pra Kontrak

  • Pembuatan Feasibility Study (Cost Advise)
  • Memberikan nasihat pemilihan sistem tender dan sistem kontrak
  • Preliminary Budget Estimate
  • Cost Plan dan Cost Studies
  • Pembuatan Dokumen Tender
  • Membantu penyelenggaraan tender
  • Membantu evaluasi tender
  • Melakukan klarifikasi dan negosiasi awal dengan peserta tender
  • Membuat laporan tender
  • Mempersiapkan dokumen kontrak

B. Tahap Paska Kontrak

  • Melakukan evaluasi kemajuan pekerjaan kontraktor dilapangan, bersinergi dengan tim Manajemen Konstruksi
  • Melakukan evaluasi perubahan pekerjaan, termasuk klarifikasi dan negosiasi dengan kontraktor
  • Membuat Sertifikat Pembayaran kontraktor
  • Membuat laporan keuangan proyek secara periodic
  • Membuat laporan akhir proyek

Pengembangan Peran QS

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan yang terjadi di bidang konstruksi, peran QS makin berkembang dan dapat terlibat di bidang-bidang a.l:

  • Development Appraisal
  • Developer‟s Finance
  • Loss Adjuster untuk asuransi
  • Manajer Proyek
  • Facility Manager
  • Manajer Perawatan
  • Value Management
  • Expert Witness, dll

Di era tahun 1990 an terindikasi beberapa hambatan perkembangan QS di Indonesia

  • Pendidikan formal yang belum ada
  • Asosiasi Profesi yang belum ada
  • Pengakuan Pemerintah
  • Standarisasi
  • Persepsi Profesi QS

Beberapa hambatan diatas kini sudah mulai berubah menjadi suatu kemajuan, walaupun
masih harus diperjuangkan terus menerus.

PENDIDIKAN

Pendidikan QS di Indonesia dimulai sekitar tahun 1970 an dengan pelatihan-pelatihan di UI, PU dan internal perusahaan-perusahaan QS PMA yang ada. Di tahun 2005 dimulai pendidikan QS setingkat D3 di Univ Bung Hatta, dimana beberapa dosen dibantu dari Universiti Teknologi Malaysia, bahkan kini sedang diupayakan membuka di tingkat S1

Tahun 2009 – 2010 di Univ Pancasila dimulai juga pendidikan S1 teknik Sipil kekhususan QS serta program D3 di Politeknik Negri Jakarta dengan program D3 jurusan construction Management yang sebagian besar silabusnya mengandung mata kuliah QS, pada awalnya program D3 CM di PNJ bekerja sama dengan HWU UK

Tahun 2011 Universitas Pancasila juga sudah mempunyai MOU dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM) yang salah satunya untuk mengembangkan jurusan QS ini Juga terdapat Lembaga Pendidikan QS di Jakarta (SQS) yang mengkhususkan mengadakan pelatihan pendidikan QS,

Selain itu Pengembang besar seperti PT. Agung Podomoro Land Tbk, juga mengadakan
training khusus QS Dan mungkin beberapa pengembang atau kontraktor yang juga melakukan hal yang sama Dari kondisi yang ada, masih perlu diupayakan lagi pendidikan QS baru yang menyebar di Indonesia

Selain itu pelatihan-pelatihan, seminar-seminar yang berhubungan dengan Profesi QS, seperti seminar hari ini sangatlah membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat konstruksi bahwa profesi QS itu penting dan perlu ditingkatkan perkembangannya

LAHIRNYA IQSI

Seperti dijelaskan sebelumnya dimana sejak tahun 1970 an profesi QS sudah berjalan di Indonesia walau masih di sektor swasta, tetapi tidak ada wadah yang menyatukan para praktisi QS lokal.

Yang ada adalah RICS cabang Indonesia, dimana para praktisi QS asing dan praktisi QS lokal yang berkualifikasi dapat bergabung. Dengan berjalannya waktu para praktisi QS local akhirnya membentuk Ikatan Quantity Surveyor Indonesia (IQSI). Pada tanggal 24 Maret 2006 didirikan IQSI dan pada tanggal 19 Mei 2006 di hadapan Notaris Karlita Rubianti, SH.

IQSI dibentuk dengan maksud sebagai organisasi profesi non profit bagi para Quantity
Surveyor atau praktisi Quantity Surveyor di Indonesia baik yang bergerak di bidang
konsultasi, pengembang, kontraktor, pendidikan ataupun bidang lain dalam industri
konstruksi pada proyek pemerintah maupun swasta.
Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan IQSI antara lain adalah:

  • Pelatihan praktis QS untuk umum dan anggota
  • Pelatihan praktis QS untuk kontraktor BUMN dan Swasta Nasional
  • Pelatihan praktis QS untuk kontraktor lingkungan PU
  • Partisipasi Workshop Standar Metoda Pengukuran Indonesia
  • Bekerjasama dengan PU, LPJKN mempersiapkan Standarisasi Bakuan Kompetensi QS Nasional (SKKNI)
  • Bekerjasama dengan PU, LPJKN mempersiapkan skema silabus standarisasi QS Nasional
  • Membantu dengan mengirim tenaga untuk mengajar beberapa mata kuliah di Politeknik Negri Jakarta, dan Univ Pancasila (sejak tahun 2008 dan masih berjalan)
  • Observer member di “14th The Pacific Association of Quantity Surveyors (PAQS) congress“ di Singapura thn 2010
  • MoC dengan ISM Malaysia tahun 2011,
  • Konsultasi dengan RICS di Malaysia
  • Pelatihan QS bekerjasama dengan LPJKN Riau di Pekanbaru tahun 2012
  • Dan yang baru, kami memberikan pelatihan QS untuk anggota dan umum di bulan November 2012 ini

Anggota

Sejauh ini telah terdapat +/- 200 anggota IQSI baik yang aktif dan pasif. Berdasarkan catatan di atas IQSI tetap berusaha memajukan profesi QS di Indonesia

QS DI PROYEK PEMERINTAH

Sesuai catatan di atas dimana sejak era tahun 1970 an profesi QS berjalan di Indonesia, tetapi sebagian besar di sektor swasta. Walaupun demikian pelatihan dengan pihak UI dan PU di tahun awal 1990 an sudah ada dan beberapa proyek Pemerintah dengan bantuan asing juga melibatkan QS asing.

Di era tahun 2007 an pihak PU memulai lagi menggiatkan pengenalan QS dengan diadakan nya seminar dan dilanjutkan dengan pembuatan bakuan kompetensi QS Nasional, serta dilanjutkan dengan pengiriman tenaga-tenaga muda untuk melanjutkan pendidikan di UTM Malaysia. Insya Allah dengan indikasi diatas maka kedepan proyek-proyek Pemerintah akan melibatkan profesi QS

STANDARISASI

SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang Quantity Surveyor. Dengan adanya bakuan standard kompetensi, hendaknya dapat ditindak lanjuti dengan baik supaya dapat dilahirkan tenaga-tenaga QS lokal yang berkompetensi sesuai jenjang kualifikasi dan pengalaman sesuai Standar yang ada.

Standar Kontrak

Standar kontrak secara Nasional baik proyek swasta dan proyek Pemerintah belum ada, yang berjalan masing-masing pihak baik di Pemerintahan dan Swasta mempunyai versi masing-masing. Tetapi ada standar kontrak Internasional yang berbahasa Indonesia (FIDIC) “MDB Harmonised Edition” yang sudah berlisensi dan dapat di gunakan di Indonesia, kembali ke kita apakah kita masih perlu membuat suatu standar kontrak sendiri?

Standar Metoda Pengukuran

Pada tahun 1973 para pakar QS dari berbagai perusahaan yaitu Widnell and Trollope Asia, Rider Hunt Levett and Balley, Suckling Mc Donald dan Mohd. Isahak telah sepakat untuk menerbitkan “Standard Method of Building Works for Indonesia”, yang merujuk pada “SMM‟ Malaysia dan Australia. Tetapi sayang penggunaannya kurang meluas, malah banyak perusahaan tidak menggunakannya dalam prakteknya melainkan merujuk “SMM International;‟ atau “POMI” dengan penyesuaian untuk adaptasi kondisi di Indonesia atau SMM Hongkong dan SMM lainnya yang juga disesuaikan

Tahun 2009 pihak PU memulai membuat SMP (Standar Metoda Pengukuran) yang yang terdiri dari SMP bangunan Gedung dan SMP bangunan Sipil, yang sampai sekarang masih dalam proses. Kita juga mempunyai SNI analisa harga satuan, yang sudah dipakai secara luas di proyek-proyek Pemerintah, yang mungkin dapat diselaraskan dengan rencana pembuatan SMP tersebut. Semoga kedepan kita mempunyai standar pengukuran sendiri yang secara luas diakui dan digunakan masyarakat konstruksi Indonesia.

PERSEPSI PROFESI QS

Profesi QS sekarang ini sudah mulai banyak dikenal walau terbatas, tetapi banyak juga terjadi pengertian tentang profesi dan jasa QS yang kurang tepat, tidak lengkap bahkan salah. Insya Allah dengan diadakannya Seminar-seminar, pelatihan-pelatihan, dan adanya pendidikan formal QS di perguruan tinggi dapat menyebarkan informasi yang tepat
mengenai profesi dan jasa QS.

———

Dan khusus untuk Seminar ini semoga kita semua dapat memetik manfaat dari pembicara-pembicara yang sarat dengan pengalaman baik dari Malaysia, UK maupun
dari Indonesia, demi kemajuan profesi QS di Indonesia. Terima kasih atas tim penyelenggara tim Badan Pembinaan Konstruksi PU, tim SQS, para pembicara, para hadirin peserta seminar serta pihak lain yang terlibat atas terselenggaranya Seminar “the Responding for Global Challange the Need for Quantity Surveyor Profeesional Standard” ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, sejauh pengetahuan kami, mohon maaf
sekiranya terdapat salah kata, salah pengucapan dan kekurangan.
Wassalam Wr Wb
Jakarta 30 November 2012

Angky Dharma Angkasa
B.QS (Hons), IQSI
Praktisi QS
Ketua IQSI