ja_mageia

Workshop SKKNI
IQSI turut berpartisipasi dalam konvensi rancangan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk bidang Quantity Surveyor yang diadakan oleh LPJK pada tanggal 27 Agustus 2009 di Jakarta
Home
Sharing Dari Qatar PDF Cetak E-mail
Senin, 05 Agustus 2013 10:08

Penulis: Kristiawan, CEP, CCE, PMP

Saat ini saya bekerja di bagian Project Controls & Services - Owner Company di Qatar. Mau berbagi cerita tentang pengalaman membuat conceptual estimates di Owner Company. Untuk yang nggak familiar, conceptual estimate ini bisa dibilang metode estimasi "kira-kira" karena dibuat berdasarkan preliminary engineering, yang tentu data-nya sangat minim.

Dalam rencana investasi, di tahap "berandai-andai mau investasi", investor ingin tahu berapa perkiraan kasar biaya investasi (~biaya proyek), proyeksi income / operation cost & bagaimana prospek ekonomi-nya dibanding pilihan investasi yang lain. Kalau parameter ekonomi-nya tampak menarik, investor akan bersedia keluar biaya untuk study yang lebih detail, dan seterusnya. Di tahap ini estimator, atau cost engineer :-), menggunakan metode conceptual estimate untuk memperkirakan biaya proyek. Ada yang bilang metode ini "an educated judgement" tapi ada juga end user yang bisik-bisik ke saya bilang "do you take the number from the sky?".

Capacity Factor Method

Metode ini menghitung biaya proyek berdasarkan biaya proyek lain yang sudah selesai, yang mungkin berbeda kapasitasnya. Rumus yang digunakan: Biaya A / Biaya B = (Kapasitas A / Kapasitas B)^e. Eksponen e biasanya berkisar 0.5 - 0.85 tergantung jenis pekerjaannya. Ide dasarnya, ada non linear relationship (economic scale) antara kenaikan kenaikan kapasitas proyek dengan kenaikan biaya proyek. Maksudnya untuk kenaikkan kapasitas proyek 100%, kenaikan biayanya akan kurang dari 100%.

Suatu hari ada Project Manager yang datang ke section saya, minta bantuan untuk estimasi biaya proyek "Regassification Unit".

Kris : "Tahap engineeringnya sudah sampai mana ?"

PM : "Belum mulai sama sekali"

Kris : "Sampeyan punya data apa ?"

PM : "Ini ada data biaya proyek serupa yang sudah selesai di UK. Tapi kapasitasnya 2 x yang mau kita bangun"

Saya pikir ada gunanya juga kemarin buat presentasi tentang estimasi ke bagian proyek, jadi mereka tahu metode dan data yang dibutuhkan oleh estimator. Sebelum menggunakan rumus diatas, saya perlu membuat penyesuaian dulu terhadap data yang ada :

· Scope of work harus sama

Setelah diskusi dengan sang PM, nilai dari beberapa pekerjaan di UK yang tidak dibutuhkan oleh proyek Qatar saya kurangi.

· Penyesuaian lokasi

Biaya pekerjaan di UK tidak sama dengan biaya pekerjaan di Qatar. Jadi saya gunakan indeks dari Richardson International Factor untuk mendapat nilai equivalent jika pekerjaan di UK tersebut dilakukan di Qatar

· Penyesuaian waktu

Proyek di UK dikerjakan 4 tahun yang lalu. Jadi saya masih harus adjust lagi untuk mendapatkan nilai saat ini, berdasarkan angka inflasi Qatar selama kurun waktu tsb.

Seperti yang dibilang sang PM, proyek yang akan dibangun kapasitasnya separuh dari nilai proyek di UK. Jadi saya bisa gunakan rumus capacity factor diatas untuk estimasi biaya proyek. Singkat cerita, akhirnya, sang PM bilang "many many thanks" sebelum kabur ke higher Management untuk presentasi & minta approval agar proyek tsb bisa lanjut ke tahap berikutnya.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 

Tanggal


Jajak Pendapat

Pelatihan QS Apa Yang Anda Butuhkan ?
 

Sedang Online

Kami memiliki 6 Tamu online

Daftar Milis IQSI

Baner

PENGUMUMAN

Pelatihan IQSI Bulan Juli 2013

Tema Makalah : Administrasi Kontrak

Hari/Tanggal : Sabtu, 6 Juli 2013

Untuk informasi lebih detail silakan

hubungi Sekretariat IQSI

Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini306
mod_vvisit_counterKemarin254
mod_vvisit_counterMinggu ini1157
mod_vvisit_counterBulan ini6415
mod_vvisit_counterTotal2082576

Ruang Iklan

Pasang iklan anda disini
Baner

آپلود عکس uploading